oleh : Averos Zahidi.
Verostv.com, Pekanbaru – Ada sebuah tempat yang tak pernah benar-benar kita tinggalkan.Bukan karena kita masih berada di sana, tetapi karena sebagian dari diri kita masih tertinggal di dalamnya.Di sana pernah ada seragam putih-biru, suara bel sekolah, bangku-bangku yang menjadi saksi cerita,
tawa yang pecah tanpa alasan,dan persahabatan yang tumbuh begitu sederhana tanpa pernah kita sadari bahwa kelak semua itu akan menjadi kenangan yang begitu mahal.
SMPN 4 Tahun 1987 Kelas 3.6
Tempat di mana kita pernah menjadi anak-anak yang bermimpi tentang masa depan.Tahun 1987 mungkin hanya sebuah angka dalam kalender.
Tetapi bagi kita, 1987 adalah sebuah pintu.
Pintu yang membawa kita keluar dari masa kanak-kanak, menuju dunia yang luas, menuju kehidupan yang ternyata tidak selalu seperti yang kita bayangkan.
Setelah itu, kita berjalan ke arah yang berbeda.
Ada yang mengejar cita-cita.Ada yang membangun keluarga.Ada yang menjadi pengusaha.Ada yang mengabdi sebagai pegawai, guru, profesional, atau menjalani jalan hidupnya masing-masing.
Ada yang hidupnya penuh keberhasilan.Ada pula yang harus berkali-kali jatuh sebelum akhirnya mampu berdiri kembali.Dan mungkin di antara kita ada yang pernah menangis sendirian,menyimpan beban yang tak pernah diceritakan kepada siapa pun.
Namun hari ini, setelah sekian lama, tak bersua. Atas inisiatif ketua dr. Elvina Zuhir, Skretaris Averos Zahidi dan Bendahara Denni M. A
kita kembali duduk bersama, bersama rekan-rekan yang lain. Di ORBICO Coffee shop Jl. Ika Satu No. 4, kenapa kami memilih ORBICO Coffeeshop:
☕ Kopi berkualitas dengan cita rasa yang konsisten.
🍽️ Menu makanan dan camilan yang lezat untuk menemani setiap momen.
🛋️ Suasana nyaman, tenang, dan estetik untuk bekerja, belajar, atau bersantai.
🤝 Pelayanan yang ramah dan penuh perhatian.
📶 Fasilitas yang mendukung produktivitas, termasuk Wi-Fi.
👨👩👧 Tempat yang cocok untuk keluarga, sahabat, komunitas, maupun pertemuan bisnis.
❤️ Lebih dari sekadar coffee shop, ORBICO adalah “rumah ketiga”—tempat pulang setelah rumah dan tempat kerja.
Dengan Slogan yang bisa digunakan:
“Ngopi Bukan Sekadar Minum Kopi. Di ORBICO, Setiap Momen Menjadi Cerita.” Bukan untuk menghitung siapa yang paling sukses.Bukan untuk membandingkan siapa yang paling kaya.Bukan pula untuk mengenang siapa yang lebih dulu sampai.
Kita kembali karena kita pernah berjalan bersama.
Wajah-wajah yang dahulu begitu akrab kini mungkin telah berubah.Rambut yang dulu hitam mulai memutih.Langkah yang dulu begitu ringan kini mungkin lebih perlahan.Suara yang dulu lantang mungkin kini terdengar lebih lembut.
Tetapi anehnya…
Ketika kita saling memandang, ada sesuatu yang terasa tidak berubah.Kita masih menemukan anak SMP yang dahulu duduk di samping kita.Masih ada tawa yang sama.Masih ada kenangan yang tiba-tiba hidup kembali.Masih ada nama-nama yang ketika disebut, membuat hati tersenyum.
Itulah keajaiban persahabatan.Waktu boleh mengambil usia kita, tetapi waktu tidak selalu mampu mengambil kenangan.Dan mungkin, inilah salah satu hadiah terbesar kehidupan:
Setelah puluhan tahun berpisah,kita masih diberi kesempatan untuk bertemu kembali.Kita mungkin tidak tahu berapa banyak lagi kesempatan seperti ini yang akan diberikan kehidupan kepada kita.Karena itu, jangan hanya abadikan pertemuan ini dalam foto.Abadikan ia di dalam hati.Peluklah sahabat yang selama ini jauh.Jabat tangannya lebih erat.Tertawalah lebih lama.Maafkan jika dahulu pernah ada salah.Karena semakin bertambah usia, kita semakin memahami bahwa hidup ternyata bukan tentang berapa lama kita memiliki waktu, tetapi berapa banyak kasih yang sempat kita berikan selama waktu itu ada.
Suatu hari nanti, mungkin kursi-kursi dalam pertemuan kita akan semakin banyak yang kosong.Satu demi satu, sahabat akan pergi mendahului.Nama-nama yang hari ini masih kita panggil dengan penuh canda mungkin kelak hanya tinggal kenangan dan doa.Dan ketika hari itu tiba, semoga kita tidak menyesal karena pernah terlalu sibuk untuk bertemu.Maka selagi masih ada waktu
Mari kita jaga silaturahmi ini.Jangan biarkan jarak menjadi alasan untuk saling melupakan.Jangan biarkan kesibukan menghapus persaudaraan.
Karena kita tidak pernah tahu, pertemuan hari ini mungkin saja menjadi salah satu pertemuan terakhir yang diberikan Tuhan kepada kita.
Alumni SMPN 4 Angkatan ’87.
Kita telah melewati hampir empat dekade perjalanan kehidupan.Kita pernah menjadi anak-anak.Kini kita telah menjadi orang tua, bahkan mungkin telah menjadi kakek dan nenek.
Tetapi jauh di dalam hati kita, masih ada anak-anak SMP yang dahulu berlari di halaman sekolah,tertawa tanpa beban,bermimpi begitu tinggi, dan percaya bahwa persahabatan akan berlangsung selamanya.
Karena setelah begitu panjang perjalanan, kita masih di sini.Masih saling menyapa.Masih saling mengingat.Masih saling mendoakan.Dan masih ingin bertemu.Mungkin itulah arti sebenarnya dari persahabatan:Bukan tentang seberapa sering kita bertemu, tetapi tentang bagaimana hati tetap mengenali satu sama lain, meskipun puluhan tahun telah berlalu.Hari ini kita tidak sekadar pulang kepada teman.Kita sedang pulang kepada masa muda.
Pulang kepada kenangan.Pulang kepada tawa yang pernah kita miliki.Dan mungkin, untuk sesaat…kita kembali menjadi anak-anak SMPN 4 yang dahulu.Terima kasih telah pernah hadir dalam perjalanan hidup ini.Jika kelak usia membuat kita lupa banyak hal, semoga kita tidak pernah lupa satu hal.Kita pernah bersama.
Kita pernah bermimpi bersama.Kita pernah tertawa bersama.Dan sampai kapan pun, kita adalah bagian dari sebuah cerita yang sama.
SMPN 4 ANGKATAN ’87 Berbeda jalan, satu kenangan.Berbeda kehidupan, satu persaudaraan.
Terpisah waktu, tetapi tidak terpisah hati.
Sampai kapan pun… kita tetap sahabat. Love and Forever. ❤️










