Merajut Asa,  Memotong Putus Asa

Verostv.com, PEKANBARU – Hidup memang hanya sekejap, dan putus asa tidak akan membuat hidupmu akan lebih baik. Pernahkah kita merasakan apa yang kita butuhkan tidak pernah terwujud. Meskipun kita telah berusaha sekuat tenaga dalam mengupayakan untuk terwujud.

Atau kenikmatan yang selama ini kita rasakan tiba-tiba hilang begitu saja, dan tidak pernah kembali. Sehingga hidup ini terasa sangat meletihkan, capek dan putus harapan.

Putus asa adalah perasaan yang sering dialami oleh banyak orang ketika menghadapi kesulitan atau tantangan hidup.

Dalam islam putus asa dianggap sikap yang tidak sesuai dengan Iman kepada Allah. Dalam Alquran Allah berfirman, ” Dan janganlah kamu berputus asa dari Rahmat Allah. Sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari Rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir” ( QS. Yusuf :87 ) ayat ini mengingatkan kita bahwa harapan akan Rahmat Allah tidak boleh padam, karena Allah maha pengasih dan maha penyayang.

Setiap orang pasti menghadapi ujian dan cobaan Allah berfirman, ” Dan pasti kami akan menguji kalian dengan sedikit rasa takut, kelaparan, kekurangan harta jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar” ( QS. Al. Baqarah : 155 )

Islam mengajarkan kepada kita tentang pentingnya berdoa dan bertawaqal kepada Allah dalam setiap situasi. Rasullulah SAW bersabda : ” jika kamu meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah” Doa adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah dan mohon bantuan Nya.

Mengatasi Rasa Putus Asa.

Sebagai manusia, putus asa adalah suatu hal yang manusiawi. Namun tetap harus dihindari. Ada beberapa cara untuk mengatasi rasa putus asa :

1. Memperkuat iman melalui ibadah, iman yang kuat akan memudahkan seseorang untuk melihat harapan dibalik setuap ujian.
2.Berkomunitas, berkomunikasi dengan orang-orang positif dan saling mendukung dapat memberikan motivasi. Komunitas yang baik akan membantu seseorang untuk tidak merasa sendiri dalam menghadapi kesulitan.
3. Berfokus pada solusi,setiap permasalahan yang ada pasti dilengkapi dengan jalan keluarnya. hanya menunggu kesabaran dan keyakinan kita.
4. Jangan pernah menyerah, putus asa adalah bagian dari proses belajar dan tumbuh. dan kita pasti bisa melaluinya dengan kesabaran dan kekuatan.

Putus asa adalah perasaan yang manusiawi, namun dalam perspektif Islam kita dianjurkan untuk tidak kehilangan harapan. Kita jangan terfokus pada nikmat yang hilang atau harapan yang tak terwujud. Sementara nikmat-nikmat Allah lainnya yang justru lebih besar dan lebih banyak tidak lagi dirasakan.

Bila kita menyadari dan yakin bahwa mendapat nikmat dan hilangnya nikmat karena Rahmat Allah jua maka tidak perlu kita berputus asa. Harta adalah nikmat, kesehatan adalah nikmat, pekerjaan adalah nikmat.

Begitu nikmat tersebut satu persatu Allah ambil, kita sering risau, sedih dan putus asa. Padahal nikmat-nikmat tersebut pun sebelumnya tidak kita dapatkan kemudian Allah berikan  dan sekarang Dia ambil kembali nikmat itu, kenapa kita RISAU.

Penulis : Averos Zahidi
Pemred Verostv.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *