Makanan Yang Terbuang Tangisan Simiskin, Candaan Penguasa. Dimana Akal Sehat Bekerja.

oleh : Averos Zahidi.

Verostv.com, Pekanbaru – Makanan yang terbuang dalam program Makan Bergizi gratis ( MBG) berpotensi mengakibatkan kerugian negara mencapai 1,27 triliun perminggu. Penelitian ini dilakukan oleh studi internal Center of Economic and Law Studies  ( CELIOS ) yang berpusat di Jakarta Pusat.Merekomendasikan kepada pemerintah untuk melakukan penundaan atau penghentian sementara program makan bergizi gratis.Dan mengadakan peninjauan ulang atau reformasi tata kelola pelaksanaan makan bergizi gratis.

Persoalan makanan terbuang  bukan disebabkan oleh programnya yang buruk, tapi disebabkan oleh perencanaan  yang setengah masak, data penerima tidak akurat, Adaptasi lapangan belum optimal serta tidak melibatkan kearifan lokal dan kalau kita membahas makan bergizi gratis memang banyak sekali keresehan yang bersumber dari para pengkritik kebijakan, masyarakat dan orang tua.Karena banyak dari makanan itu yang mubazir atau terbuang.

Keluarga dan Orang Tua yang Paham Selera Anak.

Jika tujuan makan bergizi gratis itu adalah untuk meningkatkan sumber daya manusi melalui pemberian nutrisi makanan, maka orang tua dan keluargalah yang paling mengerti karena koki yang terhebat didunia itu adalah orang tua, kita terbiasa makan dengan makanan yang disajikan oleh orang tua, orang tua sangat paham dengan selera dan rasa makanan yang diberikan.

Terkhusus banyak makanan yang dibuat oleh SPPG terbuang atau tidak memenuhi selera anak-anak. mulai dari anak-anak tidak terbiasa dengan makanan tertentu, rasa yang kurang enak  dan penampilan yang tidak menarik.Anak-anak terbiasa dengan makanan yang biasa mereka makan sehari-hari dirumahnya.

Ukuran porsi makanan harus disesuaikan dengan kapasitas perut anak mulai dari tingkat SD, SMP, SMA Paud, serta ibu hamil dan menyusui.  Semuanya memiliki ukuran yang berbeda dan kebutuhan nutrisi yang berbeda pula.

Ketidak tepatan waktu pengantaran. Terutama pada anak-anak, ada yang sudah sarapan dulu dirumah atau jajan sebelum makan makanan bergizi gratis ( MBG ), ini harus diperhitungkan. Belum lagi dengan standar gizi, keamanan pangan dan transparansi anggarannya ini bukan bagi- bagi nasi tapi harus ada standarisasi ketat yang harus dilalui,selain masalah prosedural dan tehnis juga pertanggung jawaban keuangan. Karena mempergunakan uang rakyat Indonesia

Apa Yang Bisa Dibangun Dengan Rp. 1, 27 Triliun itu.

Tak terbayangkan dalan pikiran kita betapa mabuknya pemerintah dalam mengelola keuangan  negara yang serapangan, mubazir Rp. 1, 27 Triliun perminggu tak terserap dan merupakan angka yang sangat fantastis untuk dipertanggung jawabkan.karena satu sen  uang rakyat yang dikeluarkan harus memiliki manfaat langsung bagi masyarakat, yaitu harus menambah kepintarannya, harus menambah kesejahteraannya dan harus menambah pendapatanya.

Kita lihat dari satu sektor saja yaitu pendapatan. Apa yang bisa kita dapatkan dengan uang Rp. 1,27 triliun ini perminggu :

√ Program kredit dan modal bergulir untuk UMKM yang terfokus kepada usaha rumahan, pedagang kecil, petani dan nelayan.
° Alokasi  : Rp. 1,27 triliun
° Skema   : pinjaman tanpa bunga Rp. 10 jt.
° Sasaran : 127.000  pelaku usaha.

° Dampaknya :
° Penguatan ekonomi lokal.
° Penyerapan tenaga kerja.
° Tambahan omset 20 – 30℅

~ Jika 127.000 pelaku usaha naik pendapatanya Rp. 1 juta saja perbulan maka perputaran ekonomi perbulan bertambah Rp. 1.27 Milyar.

Ini adalah salah satu contoh yang dapat diambil dengan perhitungan sederhana perbulan hanya terjadi peningkatan pendapatan satu juta.Jika dikalikan perminggu bagaimana multiplayer efeknya terhadap perekonomian secara menyeluruh.Dengan penghematan dana Rp. 60,960 triliun pertahunnya.

Dampaknya Terhadap Perekonomian.

Meningkatnya daya beli masyarakat adalah cerminan ekonomi riil, yang langsung terasa didapur rumah tangga, masyarakat naik kelas memiliki potensial demand.Ketika lapangan kerja terbuka harapan bukan hanya berupa wacana tetapi senyuman warga negara membawa kepastian.

Dalam rumus ekonomi makro  ( Y = C + I + G + X – I) Dimana konsumsi rumah tangga selalu menjadi penyumbang terbesar dalam perekonomian. Mendorong pertumbuhan ekonomi ketika perekonomian meningkat masyarakat akan lebih banyak membeli barang dan jasa. Mengerakkan  sektor UMKM dan usaha, meningkatkan pendapatan negara, memperkuat stabilitas ekonomi, mendorong perputaran uang didaerah intinya ketika masyarakat memiliki kemampuan membeli yang tinggi maka produksi meningkat lapangan kerja terbuka, usaha berkembang dan pada akhirnya pertumbuhan ekonomi menjadi lebih kuat dan berkelanjutan. (AZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *